INGIN MEMILIKI TOKO ONLINE HARGA EKONOMIS..! HUBUNGI TEGUHugeT 081317990584 e-mail: dangdutplus.huget@gmail.com...081317990584"dangdutplus.huget@gmail.com"

Sabtu, 25 April 2015

Lestarikan Gedong Joang Tambun Selatan sebagai Cagar Budaya

Sebuah Unek-Unek Si Teguh Priyambodo



Dalam perkembangan Tambun Selatan yang pesat disegala lini. Ada sebuah gedung
Melestarikan Gedung Yang Sarat Historis Diawali Ritual Geal-Geol Di Sabtu Pagi
yang menjadi saksi sejarah warisan kolonial era perjuangan NKRI dimasa lampau. Dalam wacana ini, bangunan sejarah tersebut perlu diselamatkan dan dilestarikan supaya tidak tergerus dan hilang tertelan pembangunan. Seperti yang dilakukan Bupati Bekasi mengajak para Camat dan kepala desa / lurah senam bareng.
 
Lamsar Future
Kecamatan Tambun Selatan kabupaten Bekasi. Merupakan sebuah kecamatan yang padat dan sibuk, jumlah penduduknya selalu bertambah hingga menjadikan Tambun Selatan, menjadi kota kecamatan dengan hegemoni budaya yang beragam. 

Tambun Selatan terdiri dari 9 desa dan 1 kelurahan. Seiring waktu perkembangan Tambun Selatan saat ini kian pesat. Tanpa bimsalabim, Tambun Selatan mengalami embodiment (perwujudan) menjadi metropolis, dengan tumbuh subur bangunan komplek perumahan, ruko, bahkan pabrik di setiap desa di kecamatan Tambun Selatan menjadi manives menggiurkan dibidang properti yang terus meningkat, menggantikan ladang perkebunan dan persawahan. 

Kali ini Lambangsari Future bukan mengulas tentang dilema sebuah pembangunan, tetapi mengajak semua elemen masyarakat Tambun Selatan pada khususnya, dan kabupaten Bekasi pada umumnya untuk tetap melestarikan Gedong Joang Tambun Selatan menjadi sebuah cagar budaya. 

Halaman Belakang Gedong Joang Tambun Selatan
Selain memiliki nilai historis yang tinggi, Gedong joang merupakan warisan yang tak ternilai dan perlu didengungkan tanpa pernah lelah.

Menyikapi hal tersebut. Belajar dari bupati Wikanda pada masa pemerintahannya, untuk  merawat Gedong Joang memang perlu anggaran yang tidak sedikit, dalam menutupi kondisi saat itu, Wikanda sempat menjadikan Gedong Joang sebagai kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dan dinas - dinas lainnya dimasa pemerintahannya.

Perlu Digelar Acara Kontinyu

Tidaklah mudah merawat gedong Joang, tetapi untuk menyikapinya perlu dilibatkannya segala elemen masyarakat, supaya berpartisipasi menumbuhkan rasa memiliki Gedung tersebut.

(Kanan Bawah Baju Merah) Bupati Neneng
Banyak cara yang harus dilakukan salah satunya Camat Tambun Selatan Drs. Djaoharul Alam, M.E, mengundang Bupati Bekasi untuk ikut senam di depan  Gedong Joang beserta seluruh Camat se Bekasi sampai dengan Desa/kelurahan se-kabupaten bekasi. Kegiatan tersebut mendapat antusias dan direspon oleh dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin. Selaku bupati Bekasi.

Untuk melestarikan Gedong Joang secara serius, Bupati Neneng mengawali dengan acara senam yang dilaksanakan hari Sabtu (25/04), hingga diakhiri dengan acara bersih-bersih. 



Dalam kesempatan itu Bupati Neneng mengatakan,  “kita perlu melestarikan gedung ini, dimulai dari saat ini. Dan perlu diselenggarakan acara secara berkesinambungan, dan menjadikan tempat wisata yang nyaman.” 

Menyikapi pemikiran tersebut, Bupati Neneng perlu menargetkan kepada instansi dan dinas terkait, khususnya dinas pariwisata untuk lebih serius menjadikan gedong joang sebagai sarana wisata Belanja dan wisata Budaya. 

Sebuah nilai Positif untuk Bupati Neneng menjadikan Gedong Joang sebagai tempat wisata dan tempat yang nyaman di kabupaten Bekasi bila terwujud. Tentunya bisa menjadi nilai positif, dimasa pencalonan Bupati Bekasi mendatang. ** kembali klik** 

Tidak ada komentar: