Sebuah Unek-Unek Si Teguh Priyambodo
Dalam perkembangan Tambun Selatan
yang pesat disegala lini. Ada sebuah gedung
yang menjadi saksi sejarah warisan
kolonial era perjuangan NKRI dimasa lampau. Dalam wacana ini, bangunan sejarah tersebut
perlu diselamatkan dan dilestarikan supaya tidak tergerus dan hilang tertelan
pembangunan. Seperti yang dilakukan Bupati Bekasi mengajak para Camat dan kepala desa / lurah senam bareng.
![]() |
| Melestarikan Gedung Yang Sarat Historis Diawali Ritual Geal-Geol Di Sabtu Pagi |
Lamsar Future
Kecamatan
Tambun Selatan kabupaten Bekasi. Merupakan sebuah kecamatan yang padat dan
sibuk, jumlah penduduknya selalu bertambah hingga menjadikan Tambun Selatan,
menjadi kota kecamatan dengan hegemoni budaya yang beragam.
Tambun
Selatan terdiri dari 9 desa dan 1 kelurahan. Seiring waktu perkembangan Tambun
Selatan saat ini kian pesat. Tanpa bimsalabim, Tambun Selatan mengalami embodiment (perwujudan) menjadi
metropolis, dengan tumbuh subur bangunan komplek perumahan, ruko, bahkan pabrik
di setiap desa di kecamatan Tambun Selatan menjadi manives menggiurkan dibidang properti yang
terus meningkat, menggantikan ladang perkebunan dan persawahan.
Kali ini Lambangsari Future bukan mengulas tentang
dilema sebuah pembangunan, tetapi mengajak semua elemen masyarakat Tambun
Selatan pada khususnya, dan kabupaten Bekasi pada umumnya untuk tetap melestarikan
Gedong Joang Tambun Selatan menjadi sebuah cagar budaya.
![]() |
| Halaman Belakang Gedong Joang Tambun Selatan |
Selain memiliki
nilai historis yang tinggi, Gedong joang merupakan warisan yang tak ternilai
dan perlu didengungkan tanpa pernah lelah.
Menyikapi hal tersebut. Belajar dari bupati Wikanda pada masa pemerintahannya, untuk merawat Gedong Joang memang perlu anggaran yang tidak sedikit, dalam menutupi kondisi saat itu, Wikanda sempat menjadikan Gedong Joang sebagai kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dan dinas - dinas lainnya dimasa pemerintahannya.
Menyikapi hal tersebut. Belajar dari bupati Wikanda pada masa pemerintahannya, untuk merawat Gedong Joang memang perlu anggaran yang tidak sedikit, dalam menutupi kondisi saat itu, Wikanda sempat menjadikan Gedong Joang sebagai kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dan dinas - dinas lainnya dimasa pemerintahannya.
Perlu Digelar Acara Kontinyu
Tidaklah
mudah merawat gedong Joang, tetapi untuk menyikapinya perlu dilibatkannya segala
elemen masyarakat, supaya berpartisipasi menumbuhkan rasa memiliki Gedung
tersebut.
![]() |
| (Kanan Bawah Baju Merah) Bupati Neneng |
Banyak cara
yang harus dilakukan salah satunya Camat Tambun Selatan Drs. Djaoharul Alam, M.E,
mengundang Bupati Bekasi untuk ikut senam di depan Gedong Joang beserta seluruh Camat se Bekasi sampai dengan Desa/kelurahan se-kabupaten bekasi. Kegiatan tersebut mendapat antusias dan
direspon oleh dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin. Selaku bupati Bekasi.
Untuk
melestarikan Gedong Joang secara serius, Bupati Neneng mengawali dengan acara senam
yang dilaksanakan hari Sabtu (25/04), hingga diakhiri dengan acara
bersih-bersih.
Dalam kesempatan itu Bupati Neneng mengatakan, “kita perlu melestarikan gedung ini, dimulai
dari saat ini. Dan perlu diselenggarakan acara secara berkesinambungan, dan menjadikan
tempat wisata yang nyaman.”
Menyikapi
pemikiran tersebut, Bupati Neneng perlu menargetkan kepada instansi dan dinas terkait, khususnya dinas
pariwisata untuk lebih serius menjadikan gedong joang sebagai sarana wisata
Belanja dan wisata Budaya.
Sebuah nilai
Positif untuk Bupati Neneng menjadikan Gedong Joang sebagai tempat wisata dan
tempat yang nyaman di kabupaten Bekasi bila terwujud. Tentunya bisa menjadi nilai
positif, dimasa pencalonan Bupati Bekasi mendatang. ** kembali klik**




Tidak ada komentar:
Posting Komentar